Laptop Merah Putih, Spesifikasi dan Harganya Mencengangkan!

laptop merah putih

Justfakaza.com – Ramai khalayak publik di Indonesia dengan kemunculannya isu laptop yang diadakan oleh Kemendikbud Ristek, yakni laptop merah putih. Namun mengapa hal tersebut menjadi topik hangat bagi masyarakat Indonesia? Pertanyaan itu banyak muncul dan dihadapkan kepada Kementerian Pendidikan dan Budaya, Nadiem Makarim.

Banyak sebagian dari orang menganggap isu yang ada di sosial media ini adalah hoax atau masih belum pasti adanya. Namun hal tersebut ada pastinya dan dijelaskan sesuai statement Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri bahwa point yang sedang beredar ini adalah salah.

Statement M Samsuri sendiri menyatakan bahwa ada kesalahpahaman tentang peluncuran program laptop dari Kemendikbud Ristek dan yang akan diproduksi massal oleh dalam negeri sendiri yaitu laptop merah putih. Ini merupakan dua hal yang berbeda dan tidak ada kaitannya dengan kata “laptop merah putih”.

Baca juga: Baru, Internet PLN ICONNET yang ber Tarif Murah

Pro dan Kontra mengenai Laptop Merah Putih

Berbicara pro dan kontra yang terjadi di dalam kasus ini, tentu ada faktor-faktor penting yang membuat pertikaian ini menjadi semakin memanas dengan adanya oknum yang sengaja mengadu dombakan masyarakat kita dengan pemerintah. Salah satunya saja yang sedang ramai di jagat Twitter dibawah ini.

Di atas disebutkan dengan tidak fairnya atau tidak sebanding sekali dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh laptop merah putih ini dan hanya setara dengan laptop kisaran 4 jutaan. Tentu itu membuat asumsi masyarakat Indonesia bahwa pihak yang ada dibalik ini pasti mengkorupsi uangnya.

Terlebih itu, mari kita simak spesifikasi dari si laptop merah putih ini.

  • Tipe prosesor core: 2, frekuensi: ≥ 1,1 GHz, Cache 1M
  • Memori standar terpasang : 4 GB DDR4
  • Hard drive : 32GBUSB
  • Port : dilengkapi USB 3.0
  • Networking : WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
  • Tipe grafis : HD integrated
  • Audio : integrated
  • Monitor : 11 inci LED
  • Daya/power : maksimum 50 watt
  • Operating system Chrome OS
  • Device management : ready to activated chrome education upgrade (harus diaktivisi setelah penyedia ditetapkan sebagai pemenang)
  • Masa garansi : 1 tahun.

Cukup mencengangkan di kisaran harga 10jutaan tapi hanya mendapatkan spesifikasi segitu dan lebih baik jangan dahulu diadakan program pengadaannya, karena para masyarakat Indonesiapun berfikiran lebih penting untuk mendanai anggaran pemerintah selama pandemi covid-19 berlangsung.

Dengan spesifikasi di atas, Mendikbud Nadiem Makarim telah menganggarkan uang senilai Rp 1,3 triliun untuk pengadaan awal laptop ini sekitar 190 ribu unit dan dapat disimpulkan bahwa laptop merah putih ini laptop chromebook.

Baca juga: Kepastian Tesla Berinvestasi di Indonesia

Tujuan dan Motivasi Pengadaan Laptop Merah Putih

laptop merah putih

Pernyataan-pernyataan di atas tadi tentu memiliki sebuah tujuan mengapa mengadakan unit sebanyak itu dan spesifikasi nya pas-pas an. Hal ini dikarenakan sendiri masih banyaknya para siswa atau murid yang sedang menempuh sekolah belum memiliki laptop, padahal di pandemi sekarang ini tentu pembelajaran serba daring dan harus memiliki setidaknya smartphone.

Maka itulah Kemendikbud Nadiem Makarim menyatakan dengan adanya ini adalah untuk diberikan kepada sekolah-sekolah di Indonesia yang belum memiliki TIK memadai, bukan diberikan kepada per orang siswa. Ini untuk menunjang beragam sekolahan yang belum memiliki fasilitas TIK yang memadai dan lengkap.

M Samsuri memberikan sebuah statement bahwa laptop yang diproduksi juga tidak mesti Rp 10 juta dan Chromebook. Memang spesifikasi yang di butuhkan dalam Permendikbud nomor 25 tahun 2021 seperti di atas tadi.

Baca juga: Simak, Inilah Penyebab Utama VGA Naik Harga Terbaru Tahun ini

Mengurangi Impor Barang Elektronik

Yang menjadi hal menarik lagi adalah jika negara kita bisa memproduksi laptop sendiri walaupun masih kalah dalam persaingan pasar laptop yang ada, tapi setidaknya akan membuat negara kita mengurangi impor barang-barang elektronik untuk kebutuhan laptop dan lainnya.

Di sisi lain, banyak masyarakat kita yang berfikiran bahwa bila negara kita memproduksi laptop sendiri, pasti hanya merebranding laptop dari luar, hanya mengganti casing ataupun beberapa part saja dan tetap akan impor.

Pernyataan itu dibantah oleh Luhut, “Pemerintah berupaya mempersiapkan riset dalam negeri untuk meningkatkan kandungan TKDN agar dapat memproduksi laptop Merah Putih mulai dari desain hingga pengembangannya,” ungkap Luhut dalam konferensi pers virtual.

Dan ia juga mengatakan bahwa laptop yang akan di produksi ini sudah di risetkan dan bekerja sama dengan beberapa universitas ternama di Indonesia seperti ITB, ITS, dan UGM.

Baca juga: Google, Perusahaan Teknologi Terbesar di Dunia

Peranan Penting Masyarakat

Faktor-faktor yang ada pasti tak lepas dari mayoritas rakyatnya, hal ini sesuai karena suatu produk atau barang jika ada yang berperan dalam jumlah banyak pasti akan memberikan efek ke produk tersebut entah efek positif atau efek negatif. Nah masyarakatpun menjadi hal penting, mengapa ini terjadi? Karena masyarakat sendiri adalah suatu unsur penting dan banyak yang memberikan efek ke laptop merah putih ini.

Terlebih dengan adanya dukungan, ejekanpun tetap memberikan efek ke produk ini. Namun selama ini sikap masyarakat terhadap laptop merah putih ini memang sangat negatif atau tidak menginginkannya. Terlebih dari ketidaksesuaiannya spesifikasi dan harganya, mereka juga tidak ingin sebagian uang anggaran tersebut di korupsi.

Peranan ini sebetulnya sangat penting, bisa memberikan sebuah saran maupun cacian terhadap pemerintah. Kenapa masyarakat kita bisa mencaci produk ini, tentu ada sebuah alasan dibalik kebencian yang ada.

Baca juga: Perseteruan antara China dan Tesla akan Mobil Listriknya

Perbandingan Laptop Merah Putih dengan Laptop lain

Bicara mengenai perbandingan suatu produk, akan fair jika kita membandingkan suatu produk di kisaran harga yang sama. Jadi jika kita membandingkan laptop merah putih dengan laptop lainnya yang senilai 10 juta, tentu banyak sekali dari merk lain. Tapi kami hanya akan memberikan beberapa poin atau inti dari perbandingan saja.

  1. Spesifikasi laptop merah putih jauh dibawah dari merk lain.
  2. Keterbasan dalam penggunaan aplikasi dekstop karena menggunakan Chrome OS.
  3. Harga tidak sebanding dan sangat overprice.

Poin perbandingan di atas tadi itulah yang menjadikan alasan kenapa masyarakat Indonesia tidak menyukai dengan adanya produk laptop buatan dalam negeri ini. Justru masyarakat kita lebih banyak yang mengusulkan bahwa anggaran untuk pengadaan laptop merah putih ini sementara dibuat untuk mendanai pemerintah di masa pandemi covid-19.

Banyak yang beranggapan bahwa pemerintah terlalu sibuk dengan laptopnya tapi tidak dengan keadaan rakyatnya sekarang. Tentu pemerintah membantah dengan adanya pernyataan seperti itu, karena pihak pemerintah juga sudah membahas laptop dalam negeri ini sudah dalam waktu yang lama sebelum pandemi covid-19 ada dan tidak mencampuri urusan dengan anggaran covid-19.

Ardiansyah
Saya adalah seorang penulis/content writer untuk website justfakaza dan sudah lebih 1 tahun dibidang ini.